Tambang Bawah Tanah : Keuntungan & Kelemahannya

tambang bawah tanah
tambang bawah tanah

Untuk para mining, biasanya sudah tidak asing dengan kegiatan tambang bawah tanah ini. Kira-kira apa saja potensi dan fungsinya untuk kelangsungan hidup manusia?

Dunia tambang memang cukup luas untuk dibahas, baik dari segi manfaat hingga persoalan karir. Pertambangan ini biasanya mudah ditemukan didaerah Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Secara istilah, kegiatan pertambangan merupakan salah satu kegiatan berupa pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual, pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi dan di bawah permukaan air.

Hasil kegiatan ini antara lain, minyak dan gas bumi, batubara, pasir besi, bijih timah, bijih nikel, bijih bauksit, bijih tembaga, bijih emas, perak dan bijih mangan.

Metode Tambang

Biasanya dalam dunia pertambangan terdapat dua metode umum yang dilakukan dalam proses penambangan, diantaranya tambang bawah terbuka dan tambang bawah tanah.

Lalu, apa perbedaannya?

Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Tambang Bawah Terbuka

Tambang Bawah Terbuka

Metode penambangan terbuka berhubungan langsung dengan udara luar, dengan kata lain tidak dilakukan di bawah tanah. Oleh sebab itu, metode penambangan yang segala aktivitas penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara bebas.

Keuntungan yang diperoleh yakni :

1. Lebih murah dari sisi pengoperasian tambang karena kebutuhan tenaga kerja dan peralatan jauh lebih sederhana.

2. Lebih efektifitas serta efisiensi dalam ekstraksi mineral dalam jumlah besar.

Lalu, bagaimana dengan prosesnya?

Proses penambangan sistem terbuka pada prinsipnya dimulai dengan membersihkan permukaan tanah, kemudian mengupas tanah penutup, menggali bahan tambang, dan mengangkut bahan tambang ke tempat penampungan (stockyard) untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri.

Tambang Bawah Tanah

tambang bawah tanah tambang
 

Tambang bawah tanah mengacu pada metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut. Merupakan metode penambangan dengan kegiatan keseluruhan aktivitas dilakukan dibawah permukaan bumi.

Berbagai macam logam dapat diambil melalui metode ini seperti emas, tembaga, seng, nikel, dan timbal.
Karena letak cadangan yang umumnya berada jauh dibawah tanah, jalan masuk perlu dibuat untuk mencapai lokasi cadangan.
Keuntungan yang diperoleh yakni :
1. Tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah
2. Kedalaman penggalian hampir tak terbatas karena tidak berkait dengan SR
3. Secara umum beberapa metode tambang bawah tanah lebih ramah lingkungan
Kelemahan tambang bawah tanah yang perlu diketahui yakni :
1. Perlu penerangan
2. Semakin dalam penggalian maka resiko ambrukan semakin besar 
3. Produksi relatif lebih kecil dibandingkan tambang terbuka
4. Problem ventilasi, bahan peledak harus yang permissible explossive, debu, gas’gas beracun.
5. Masalah safety dan kecelakaan 
6. Mining recovery umumnya lebih kecil
7. Losses dan dilusi umumnya lebih susah dikontrol
8. Menghancurkan lanskap dan habitat alami untuk memulihkan bijih
9. Membutuhkan berbagai sumber daya, peralatan, dan keuangan

Kesimpulan

Baik metode terbuka maupun bawah tanah, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Metode ini memang harus disesuaikan secara matang sebelum memutuskan untuk menggali lebih jauh.

Perhatikan resiko yang kemungkinan terjadi untuk meminimalisir kerusakan dan kecelakaan kerja akibat aktivitas tambang terhadap para pekerja. Pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri sebelum bekerja.

Demikian informasi lengkap seputar metode tambang baik terbuka maupun tambang bawah tanah. Semoga dapat menjadi wawasan bagi kita bersama..

Sedang butuh selang hidrolik? Klik disini ya.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *