Skip to content
Beranda » Tips » Oli Hidrolik Panas ? Jangan Panik, Ini Penyebab & Solusinya

Oli Hidrolik Panas ? Jangan Panik, Ini Penyebab & Solusinya

oli hidrolik panas
oli hidrolik panas

Salah satu indikasi bahwa mesin dalam kondisi tidak baik yakni oli hidrolik panas. Lalu apa yang harus dilakukan? Simak selengkapnya disini.

Pada dasarnya, oli merupakan bagian penting dalam mesin. Sifatnya melubrikasi gerakan mesin agar terhindar gesekan dan korosi. Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja mesin sangat bergantung pada kualitas oli dalam mesin itu sendiri.

Ketika oli hidrolik panas dari biasanya, tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan kondisi ini. Sebagai pengguna cerdas dan bijak, sudah seharusnya dapat mengetahui penyebab oli hidrolik yang panas agar kerusakan mesin tidak merembet dan dapat ditangani lebih cepat tanpa menunggu layanan servis hidrolik.

Kerusakan Umum Oli Hidrolik

kerusakan oli hidrolik

 

Secara umum, oli hidrolik adalah jenis oli yang mempunyai kekentalan dan klasifikasi seperti oli mesin. Bedanya, tingkat kekentalan oli hidrolik tidak disebut SAR atau lewat kode API Service, namun dapat dikenal dengan standar SAE.

Nah, kerusakan pada oli hidrolik secara umum biasanya disebabkan oleh dua faktor utama. Apa sajakah itu?

1. Deteriorasi

Kondisi ini terjadi ketika penyebab kerusakan berasal dari dalam oli.

Selama oli bersirkulasi didalam sistem, endapan dan asam-asamakan terbentuk sebagai akibat dari panas, oksidasi dan tekanan, endapan inilah yang akan membentuk semacam perekat sehingga dapat melekatkan bagian-bagian yang semestinya saling bergeseran, menutup lubang-lubang kecil dan dapat mengikat partikel-partikel logam yang akan mempercepat proses pengikisan (keausan).

2. Kontaminasi

Kontaminasi merupakan kerusakan yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar oli.

Biasanya disebabkan dari zat padat, cair, maupun gas. Misal butiran atau serpihan logam, potongan karet dan gasket, fiber, cat, debu, pasir, air, asam, oksigen dsb. Bahan-bahan tersebut bisa datang dari luar maupun dari dalam sistem hidrolik itu sendiri.

Penyebab Oli Hidrolik Panas

Menyepelekan kondisi oli yang sudah panas justru akan memperparah kondisi mesin anda. Setidaknya lakukan diagnosa pemasalahan ini dengan mengetahui beberapa penyebab selengkapnya berikut ini;

1. Sistem sirkulasi pendingin

Jika sistem sirkulasi pendingin gagal bekerja dengan optimal, maka imbasnya oli menjadi panas. Penyebabnya karena terjadinya penyumbatan dingin dan saluran kotor mengakibatkan efisiensi pendinginan menurun dan suhu minyak lebih tinggi.

2. Tekanan kerja sistem hidrolik

Ketika tekanan kerja sistem hidrolik yang disesuaikan jauh lebih tinggi dibandingkah kebutuhan aktualnya, maka tidak heran jika oli hydraulic mendadak menjadi panas.

3. Komponen aus

Nyatanya, penyebab oli hydraulic panas juga dapat disebabkan dari komponen yang memiliki peluang cepat aus seperti roda gigi pompa, pompa piston, silinder motor, plat katup, lubang bor, dan plunger. Ketika sudah aus, makadapat menyebabkan peningkatan kebocoran internal sehingga oli menjadi panas.

4. Beban melebihi kapasitas

Setiap mesin memiliki beban kapasitas yang perlu diketahui oleh penggunanya. Nah, ketika hal ini tidak dipatuhi, pemakaian beban tinggi dalam kurun waktu yang lama dan suhu ruang yang terlalu tinggi juga dapat menjadi penyebab oli hidrolik panas.

5. Sirkulasi udara

Umumnya, sistem hidrolik bekerja dengan menggunakan udara. Ketika sistem hidrolik tidak memiliki pasokan udara yang cukup untuk menghilangkan panas yang dihasilkan, terlebih apabila tangki bahan bakar hidrolik terlalu kecil, maka imbasnya suhu oli menjadi meningkat.

6. Kualitas oli yang digunakan

Coba perhatikan kapan terakhir kali anda mangganti oli hidrolik?

Nyatanya, oli dengan kualitas yang buruk dapat menakibatkan oli menjadi lebih cepat panas. Sebab, perbedaan kualitas dan viskositas dapat membuat indeks viskositas minyak hidrolik terlalu rendah atau terlalu tinggi.

8. Filter hidrolik

Tidak kalah penting, komponen filter hidrolik yang sudah rusak atau sangat kotor dapat membuat suhu oli menjadi meningkat. Hal ini disebabkan partikel kotoran lewat begitu saja tanpa terfilterisasi dengan baik oleh filter hidrolik.

7. Faktor eksternal

Tahukah anda?

Penyebab lainnya juga bisa diakibatkan dari faktor eksternal seperti polusi udara yang dapat membuat partikel kotoran mudah masuk kedalam mesin. Sehingga oli menjadi terkontaminasi menyebabkan suhu menjadi meningkat meskipun hal ini tidak terjadi secara signifikan.

Tips Perawatan Oli Hidrolik

perawatan oli hidrolik

Agar oli yang digunakan tidak mudah panas dan dapat digunakan dalam life time panjang, setidaknya anda membutuhkan beberapa tips perawatan oli hidrolik secara mudah dan simpel. Kira-kira apa saja itu? Berikut ulasan selengkapnya;

1. Pastikan menyimpan drum oli hidrolik dibawah atap, jangan sampai terkena paparan terik matahari secara langsung

2. Jangan malas untuk membersihkan bagian atas drum sebelum membuka. Hal ini bertujuan agar kotoran tidak masuk ke dalam ketika drum dibuka. Dengan demikian kualitas oli terjaga dengan baik

3. Gunakan wadah jerigen dan selang yang bersih dari debu atau  kotoran

4. Saring oli sebelum memasukkan ke dalam reservoir

5. Jaga oli dari pencemaran yang bisa diakibatkan oleh pengembunan

6. Memastikan rangkaian dan sistem saringan terpasang kuat serta bersih

7. Ganti oli hidrolik secara berkala

Nah, demikian informasi bermanfaat tentang penyebab oli hidrolik panas serta tips mencegahnya. Dengan melakukan berbagai upaya diatas, setidaknya peluang kerusakan mesin menjadi terminimalisir dengan mudah. Anda juga dapat menggunakan filter oli hidrolik berkualitas dari Cipta Hydropower Abadi dengan harga bersahabat, kualitas aman terpercaya.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *