Skip to content
Beranda » Hidrolik » Kenali Jenis Oli Hidrolik yang Berkualitas Untuk Mesin

Kenali Jenis Oli Hidrolik yang Berkualitas Untuk Mesin

jenis oli hidrolik
jenis oli hidrolik source google.com

Kinerja hidrolik yang optimal tentu tidak terlepas dari peranan jenis oli hidrolik yang berkualitas. Tanpa oli, rasanya mustahil mesin dapat bekerja dengan sempurna. Salah satu fungsi oli hidrolik adalah memidahkan tenaga dari satu area ke area yang lainnya. Oleh sebab itu, maka pastikan oli yang hendak digunakan terhindar dari oli abal-abal. 

Apakah oli anda sudah berkualitas? Kualitas oli bergantung pada jenis dan kondisi spesifik kebutuhan mesin. Berikut jenis oli hidrolik yang digunakan pada sistem hidrolik :

Petroleum Oil

Karakteristik khusus dari jenis oli ini adalah ketika suhu mesin meningkat, maka petroleum oli akan berubah menjadi encer. Sebaliknya, jika kekentalan terlalu rendah, kebocoran yang besar dapat terjadi pada seal dan sambungan. Jika viskositas terlalu tinggi, operasi unit akan terasa berat dan tambahan tenaga dibutuhkan untuk mendorong oli menuju sistem. Tapi, sudahkah anda mengetahui apa yang dimaksud dari vikositas?

Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan dalam fluida. Semakin besar viskositas fluida, maka semakin sulit suatu fluida untuk mengalir dan juga menunjukan semakin sulit suatu benda bergerak dalam fluida tersebut.

Hal ini ditentukan berdasarkan standar SAE (Society of Automotive Engineers) seperti 5W, 10W, 20W, 30W, 40W, dsb.  Kekentalan dengan standar ISO menggunakan satuan mm2/S, disebut juga centiStokes (cSt). Semakin rendah nomor yang tersemat, maka semakin baik oli tersebut mengalir pada temperatur rendah. 

Sebaliknya, semakin tinggi nomornya maka semakin kental oli tersebut. Umumnya, jenis oli ini cocok digunakan dengan temperatur tinggi. Jadi, pastikan anda manggunakan nomor SAE yang tepat.

Oli Sintetis

Selanjutnya, jenis oli ini digunakan untuk temperatur dingin dan panas yang ekstrim. 

Sintetis oli dibuat dengan proses reaksi kimia beberapa bahan dengan komposisi tertentu untuk menghasilkan campuran yang direncanakan dan bahan dasar yang dapat dipresiksi. Sintetis oli secara spesifik dicampur untuk kondisi operasi yang pada temperatur dingin dan panas yang extrim.

Fluida Tahan Api

Tahukah anda? Fluida terdiri dari water-glycol, water-oli emulsion dan sintetis. Fluida cocok digunakan pada situasi yang memiliki resiko kebakaran tinggi seperti pada underground mining, pengolahan baja dan sumur minyak.

Water-Glycol 

Nah, selanjutnya untuk fluida water-glycol akan bereaksi dengan berbagai logam dan tidak dapat digunakan bersama-sama dengan beberapa tipe cat. Namun ketahui ini, Fluida water-glycol lebih berat dari oli dan dapat menyebabkan kavitasi pompa. (pembentukan dan pecahnya gelembung uap pada oli hidrolik), menyebabkan erosi dan pitting pada permukaan metal saat kecepatan tinggi. Fluida jenis ini mengandung 35% hingga 50% air, glycol (bahan kimia sintetis mirip dengan anti-freeze) dan water thickener. Additive ditambahkan untuk meningkatkan pelumasan, pencegah karat, korosi dan buih (foam).

Water-Oil Emulsion 

Tahukah anda? Diantara jenis fluida, ternyata jenis inilah yang merupakan fluida murah serta tahan api. Dalam kandungan fluida ini, sekitar (40%) air digunakan untuk mencegah kebakaran. Hampir sejenis dengan water-glycol, water-oli dapat digunakan pada oli sistem yang umum. Additive dapat ditambahkan untuk mencegah karat dan terbentuknya buih.

Baca Juga : Perhatikan Hal Berikut Ini Sebelum Mengganti Oli Hidrolik

Cara Tepat Pemeliharaan Cairan Hidrolik

Tidak hanya mesin beserta hidrolik saja yang perlu dirawat, nyatanya cairan hidrolik pun juga butuh perawatan ekstra agar kinerja berjalan lebih optimal. Bagaimana cara perawatan yang tepat? Berikut ulasan selengkapnya;

1. Cara Menyimpan & Memindahkan

– Simpan drum cairan hidrolik di bawah atap,

– Sebelum membuka drum, bersihkan bagian atas agar kotoran tidak masuk

– Gunakan jerigen (wadah) dan selang yang bersih. 

– Saring oli terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam reservoir.

– Pelihara dari kelembaman dan pencemaran oleh pengembunan

2. Cara Memelihara Oli Waktu Bekerja

– Cegah pencemaran oli dengan menjaga dari bagian-bagian rangkaian tetap terpasang kuat dan sistem saringan yang baik.

– Jadwalkan penggantian oli agar oli diganti sebelum rusak total

Itulah ulasan mengenai jenis oli hidrolik beserta perawatan yang tepat. Pastikan anda tidak salah pilih menggunakan oli hidrolik.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *